Para Petinggi Oi Pertiwi

PARA PETINGGI Oi PERTIWI

Angga Taufik ( Perintis ) Melanjutkan Pendidikan Di Universitas Siliwangi Tasikmalaya
Cudey Pancasona ( Angkatan I ) Melanjutkan Pendidikan Di STIE STEMBI Bandung / Bandung Bussines School
Achmad Sidik Permana ( Angkatan II ) Melanjutkan Pendidikan Di Universitas Pendidikan Tasikmalaya
Aris Nurrahman ( Angkatan III ) Melanjutkan Pendidikan Di Politehnik Kesehatan Tasikmalaya
Galih Guntara ( Angkatan IV ) Melanjutkan Pendidikan Di Universitas Pendidikan Bandung
Muhammad Eki Ramdani ( Angkatan V ) Melanjutkan Pendidikan Di Universitas Siliwangi Tasikmalaya
Imam Pirmanda ( Angkatan VI ) Melanjutkan Pendidikan Di STIKES MUHAMADIAH Tasikmalaya
Dzwiky Khermawan ( Angkatan VII ) Melanjutkan Pendidikan Di Sekolah Kemiliteran Palembang
Bima Sakti Bintang Perkasa ( Angkatan VIII ) Melanjutkan Pendidikan Di Universitas Pendidikan Indonesia Tasikmalaya Jurusan Matematika
Lucky Herdiansyah (Angkatan IX)

Rabu, 24 Agustus 2011


Pelantikan BIMA SAKTI BINTANG PERKASA 2010 sebagai Presiden Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya kesembilan. Pelantikan ini menetapkan masa jabatan satu tahun terhadap BIMA SAKTI BINTANG PERKASA dan RIDWAN sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Tema Pelantikan ini adalah "BANGUNLAH PUTRA-PUTRI IBU PERTIWI",

Penataran Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan. Penataran Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan calon anggota terhadap lingkungan baru organisasi Oi Pertiwi. Baik itu perkenalan dengan sesama calon anggota baru, Para Pengurus, hingga Para Alumni lainnya di Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan.

Latihan Dasar Kepemimpinan / LDK adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini biasanya yang diberikan oleh Pengurus Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya lama kepada calon Pengurus Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya baru. Pelatihan dasar yang diberikan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya baru yang nantinya akan menjadi pemimpin.

LDK biasanya diberikan dalam 2 bagian yaitu LDK Fisik dan LDK Mental. Pemberian materi biasanya diberikn oleh tenaga Profesional (tenaga ahli)

Diklatsar atau pendidikan dan latihan dasar merupkan program tahunan dari Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya dalam rangka merekrut anggota baru. Diklatsar ini merupaan wadah pengembangan diri menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia.

APAKAH BENAR NASIB KUDA LUMPING SELALU NUNGGING???

Mendistribusikan Bantuan Untuk Korban Bencana di Tasikmalaya
KORBAN GEMPA TASIKMALAYA
MEMPERINGATI HARI ANTI KORUPSI
Puisi Ramadhan

Ya Allah Kau datangkan lagi Ramadhan buatku
Ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri RamadhanMU yang lalu
Hari hari Mu masih saja kulalui
Tanpa isi
Tanpa makna
Tanpa syukur
Bahkan dengan sikap TakaburKadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Penentu
Kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku
Yang lain bukan makhlukMU,
Yang lain bukan UmatMU

Dalam Doaku……
Sering kusampaikan dengan memaksa
Seolah akulah yang lebih tahu,dariMU, Sang Mahatahu
Doaku bukan harapan , tapi itu keharusan
Dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan
Seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan

Selasa, 23 Agustus 2011


Seni lukis zaman klasik

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:

Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),

Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.


Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya coba unjuk goresan, IRFAN ABDUL ROHMAN membuat sebuah buku dengan JUDUL : TEKNIK MENGGAMBAR MANUSIA
Diterbitkan oleh salah satu perusahaan di DjogjakartaDapatkan segera bukunya di toko buku kesayangan anda
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.

Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).

Oi Pertiwi SMA Negeri 3 Tasikmalaya coba berkarya dalam MUSIKALISASI PUISI, dapatkan segera Album CD MUSIKALISASI PUISI Kembang Pertiwi. PUISI Karya BODE RISWANDI dari Tasikmalayaisinya ada 8 lagu, dengan JUDUL :
1. Danga Bay, Malaysia
2. Antarkan Mayatku Sampai Rumah Sepi, Kekasih
3. Dibawah Albasia
4. Atas Nama Malam
5. Di Pantai Selatan: Dengan Jelas Memandangmu
6. Gerimis Rumah Kabut dan Aku Di Dalamnya
7. Kekasih
8. Membaca Rumah


MUSIKALISASI PUISI KEMBANG PERTIWI
Price per Unit (piece): Rp15 000.00

KASET ini sangat cocok bagi Anda yang hobi membaca puisi dan bermusik.
Musikalisasi puisi bukan barang baru di dunia seni. Kelompok musik Bimbo, misalnya, mereka sangat ekspresif menyanyikan puisi-puisi Taufiq Ismail atau Wing Kardjo. Sebut saja puisi Dengan Puisi Aku ciptaan Taufiq Ismail telah berhasil disenandungkan dengan baik tanpa mengubah makna puisi tersebut. Atau puisi Salju karya Wing Kardjo yang begitu manis dengan iringan dentingan gitar dan sedikit orkestrasi gaya khas Bimbo. Beberapa tahun kemudian muncul Ebiet G Ade yang mengusung puisi-puisi ciptaannya ke dalam bentuk-bentuk melodi baladis. Masih banyak lagi tokoh-tokoh musik yang memusikkan puisinya seperti : Yan Hartlan dan Rita Rubi Hartlan, juga Uli Sigar Rusady. Musikalisasi puisi acap kali diartikan sebagai teknik pembacaan puisi dengan iringan orkestrasi musik baik yang sederhana maupun orkes ansambel atau simponi. Musikalisasi puisi pada praktiknya baru sampai pada tahap mengiringi pembacaan puisi dengan beberapa alat musik seperti gitar, piano, dan alat ritmik yang lain. Memang ada sebagian dari mereka sudah menyanyikannya namun belum disusun dalam bentuk teks lagu. Sedangkan musikalisasi yang sebenarya (melodisasi puisi) dalam konteks ini sudah merupakan kegiatan menyanyikan puisi total dengan memberi melodi, pola ritme, pemilihan jenis tangga nada, hingga pemberian rambu-rambu dinamik dan ekspresi pada puisi tertentu. Pada praktiknya, kegiatan menyanyikan puisi ini lebih menarik diterapkan pada sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga sekolah lanjutan. Kegiatan musikalisasi puisi jenis ini ternyata diminati mereka yang ingin menggunakan cara lain dari sekadar membaca puisi. Anak-anak usia SD hingga SMU, dari tahap pengkhayal hingga tahap realistik sudah dapat diajak menyanyikan puisi, tentu saja dengan tidak menghilangkan otoritas puisi sebagai suatu karya seni. Otoritas puisi sebagai salah satu karya seni harus tetap dijaga, sehingga makna yang terkandung di dalamnya tetap utuh, tidak bergeser.

Oi Pertiwi Sebagai Satu-Satu nya Oi yang sudah diresmikan menjadi organisasi ekstrakulikuler sejak tahun 2004 dan dalam rangka HUT Oi Nasional Ke 12, Badan Pengurus Pusat Oi Menganugrahkan Penghargaan Untuk SMA Negeri 3 Tasikmalaya